Friday, April 20, 2012

Manusia dan Pandangan Hidup

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. 

Pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam:

1. Pandangan hidup yang berasal dari agama, yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan, yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya

Apabila pandangan hidup itu diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi, maka pandangan hidup itu disebut ideologi. Misalnya organisasi itu adalah organisasi politik, maka disebut ideologi politik. Negara Indonesia juga merupakan suatu organisasi. Ideologi bangsa Indonesia adalah Pancasila.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan:

1. Cita-cita
   Apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Ada 3 faktor agar cita-cita terpenuhi:
  • Faktor manusia = Kualitas dari manusia itu sendiri. Tidak cukup dengan memikirkan cita-citta atau sibuk berkhayal saja, tapi harus dengan kerja keras.
  • Faktor kondisi = Kondisi ini ada yang memperlancar dan ada yang menghambat pencapaian cita-cita.
  • Faktor tingginya cita-cita = Cita-cita memang ada yang setinggi langit, tapi pada umumnya pencapaian cita-cita dilakukan dengan mempertimbangkan konndisi dan kemampuan diri yang ada, jadi dapat dikatakan pencapaian cita-cita tersebut dilakukan bertahap.

2. Kebajikan
   Segala hal baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, dan tentram.Kebajikan ada yang semu dan ada yang nyata. Kebajikan semu adalah kejahatan yang berselubung kebajikan. Kebajikan nyata dapat dirasakan dalam tingkah laku pelakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku yang berbeda-beda. 
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada 3:
  • faktor pembawaan (hereditas) = diturunkan dari orangtua. Pembentukan temperamen seseorang terjadi pada masa pembuahan atau masa konsepsi.
  • lingkungan = terdiri dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masayarakat. Dalam lingkungan keluarga, yang menjadi panutan atau teladan adalah orang tua. Dalam lingkungan sekkolah, yang mnejadi panutan adalah guru, dan dalam lingkungan masyarakat, yang menjadi panutan adalah tokoh masyarakat. Jika teladan atau panutannya baik, maka seseorang akan baik pula.
  • pengalaman khas yang pernah diperoleh = pengalaman pahit maupun baik kelak akan menjadi  bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan.

3. Usaha 
   Kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan.

4. Keyakinan/Kepercayaan
   Yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Keyakinan Diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan terhadap Tuhan.
  Agar pandangan hidup dapat dijadikan sarana untuk mempermudah pencapaian cita-cita dan tujuan, langkah-langkahnya adalah:
  • Mengenal = Mengetahui apa yang dimaksud dengan pandangan hidup.
  • Mengerti = Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting. Dengan mengeri, ada kecenderungan untuk mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.
  • Menghayati= Memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri.
  • Meyakini = Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, segi masyarakat, negara, dan dan kedihupan di akhirat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu. Dengan meyakini maka akan ada kecenderungan untuk berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduk kita. 
  • Mengabdi = Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaat dari pandangan hidup yang telah kita hayati dan yakini.
  • Mengamankan = Yaitu tidak mudah terpengaruh oleh perubahan terhadap pandangan hidupnya. Dibutuhkan iman yang teguh dalam langkah terakhir ini.


Sekian rangkuman mengenai Manusia dan Pandangan Hidup kali ini, semoga bermanfaat :D

Sumber : Ilmu Budaya Dasar karangan Widyo Nugroho

Monday, April 9, 2012

Pengaruh Sinetron Pada Remaja

Sinetron merupakan singkatan dari sinema elektronik. Saat ini banyak jenis sinetron yang dapat kita lihat di televisi dalam negeri. Bagaimana pengaruh sinetron terhadap sikap remaja? Nah kali ini saya akan membahasnya. Langsung check it out aja :D.


"Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Usia tersebut merupakan perkembangan untuk menjadi dewasa. Oleh sebab itu orang tua dan pendidik sebagai bagian masyarakat yang lebih berpengalaman memiliki peranan penting dalam membantu perkembangan remaja menuju kedewasaan."  Demikian yang saya kutip dari wikipedia. 

Berdasarkan hal itu maka pada masa tersebut sebaiknya orang tua memilihkan jenis siaran televisi bagi anaknya. Menurut saya sinetron mempengaruhi sikap dari anak remaja, sedikit atau banyak. Kenapa remaja? Karena menurut saya, masa remaja adalah saat dimana anak mengerti tentang pergaulan dan sedang asyik menikmati masa ketika ia tidak diperlakukan sperti anak kecil, yaitu sedikit kebebasan untuk bergaul. Dimana ia mulai lebih mengenal tentang lingkungan luar. Saat dimana kepribadian seorang anak dapat mudah dipengaruhi, mungkin karena perkembangannya yang belum dewasa. 

Ada sinetron yang isinya menampilkan sikap-sikap anak sekolah yang sebenarnya tidak baik untuk ditonton oleh remaja. Misalnya, bolos sekolah dan jalan ke mall, atau mengerjakan PR (pekerjaan rumah) di sekolah. Ada juga yang menampilkan anak sekolah yang bergeng, dan ada pula yang menampilkan senior yang yang mengerjai juniornya. Nah tontonan yang seperti ini menurut saya dapat mempengaruhi sikap dari remaja yang menontonnya. Bisa saja si remaja tersebut meniru sedikit atau banyak dari sinetron tersebut, misalnya membolehkan dirinya untuk sekali-sekali bolos sekolah dan jalan-jalan ke mall. Atau bersikap sebagai senior yang boleh mengerjai juniornya.

Tapi tentu semua kembali kepada didikan dari orang tua dan ketahanan remaja tersebut terhadap dunia luar. 

"Mencintai" Budaya Bersih


Arti budaya secara bahasa menurut wikipedia adalah "Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia." 
Bicara tentang budaya maka tidak lepas dari kebiasaan manusia. Tentu kebersihan penting untuk dijaga, karena berkaitan erat dengan kesehatan dan kenyamanan kita. Nah, kalau kebersihan itu penting, kok masih banyak yang membuang sampah tidak pada tempatnya ? Bagaimana ya agar kita dapat terus menjaga kebersihan? Kali ini saya akan membahasnya. Check it out aja ya :D.

Saya pikir banyak orang yang sudah sadar akan pentingnya kebersihan. Sadar saja tentu tidak cukup. Tapi harus cinta. Nah kok cinta? Menurut saya, kalau sudah cinta, tentu tidak akan terasa berat untuk menjaga kebersihan. Kita akan melakukan apa saja yang penting tidak mengotori lingkungan.

Banyak kita lihat dengan santainya seseorang membuang sampah sembarang. Menurut saya, untuk dapat mencintai kebersihan, maka kita harus tahu apa saja dampak terburuk yang dapat ditimbulkan karena membuang sampah sembarangan. Dan kita harus tahu manfaat terbaik yang kita dapat jika menjaga kebersihan. Ketika sudah tahu, maka harus didorong dengan niat dan dimulai dari diri sendiri.

Memulai dari diri sendiri merupakan hal yang penting. Karena ketika kita sudah memulai dari diri sendiri, maka jika kita ingin menasihati orang lain akan lebih "di dengar" oleh orang tersebut. Dapat dimulai dari membuang sampah minuman misalnya, atau bahkan bungkus permen.

Tapi kadang sering kita jumpai kurangnya tempat sampah di tempat-tempat umum, di jalan. Kalau sudah begitu, tentu orang juga akan malas mengantongi sampah. Menurut saya, sebaiknya kita selalu membawa kantong plastik kecil (bagi yang berpergian agak jauh) untuk menyimpan sampah yang berasal dari kita, misalnya bungkus permen. Jika sudah penuh, maka tinggal dibuang. Jika tidak berpergian jauh, maka memang diperlukan sedikit kesabaran untuk menyimpan sampah dan membuangnya ketika ada tempat sampah terdekat.

Berkorban sedikit untuk kenyamanan bersama tentu tidak masalah bukan? :D

Followers